STATUS PENGUASAAN TANAH TEPI PANTAI (STUDI DI KABUPATEN PAMEKASAN)

Sudahnan Sudahnan

Abstract


Having a piece of land representing a desire all person, but owning a piece of land by people require to it know. Let property so that clear. Having a piece of lands di edge coast which conducted agglomeration by resident of countryside. Kramat district Talanakan Sub—Province Pamekasan need in knowing its status so that its enterpasing becoming clear and as according to legislation going into effect. To clarify status punish domination of land grounds ashore, hence the importance of request permiting to relevant institution last in registering to. Badan Pertanahan Nasional (BPN), so that its status become clear become property.


Keywords


Land grounds ashore; agglomeration; Instansi Pemerintah; BPN; property

Full Text:

PDF

References


Sofyan Efendi, Hukum Agraria di Indonesia, Kumpulan Lengkap Undang-Undang dan Peraturan 1, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1984.

Bachsan Mustafa, Hukum Agraria Dalam Perpektif, Remaja Karya, Bandung, 1985.

G. Kartasapoetra, dkk, Hukum Tanah, Jaminan UUPA Bagi Keberhasilan Pendayagunaan Tanah Reneka Cipta, Cet. Ke-2, Jakarta, 1991.

Bachtiar Effendie. Kumpulan Tulisan Tentang Hukum Tanah, Alumni Bandung, 1993.

John Salindeho, Manusia, Tanah Hak dan Hukum, Sinar grafika, Ed. 1, Cet. 1, Jakarta, 1994.

Ali Sofwan Husein, Konflik Pertanahan, Pustaka Sinar Harapan, Cet. 1, Jakarta, 1997.

Soejono, H. Abdurrahman, Prosedur Pendaftaran Tanah, tentang Hak Milik, Hak Sewa Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan, Reneka Cipta, Cet. 1, Jakarta, 1998.

Eddy Ruchiyat, Politik Pertanahan Nasional Sampai Orde Reformasi, Ed. 2, Cet. 1, Alumni, Bandung, 1999.

Boedi Harsono, Hukum Agraria Indonesia, Sejarah Pembentukan UUPA Isi dan Pelaksanaan, Jilid 1, Hukum Tanah Nasional, Ed. Revisi, Cet. 8, Jambatan, 1999.

Undang-Undang No. 5 tahun 1960, Lembaran Negara 1960 No. 104, tentang Peraturan Pokok-Pokok Dasar Agraria.

Undang-Undang No. 51/Prp/1960, Lembaran Negara 1960 No. 158. tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya.

Undang-Undang No. 56/Prp/1960, Lembaran Negara 1960 No. 174. tentang Undang-Undang Landreform Indonesia.

Undang-Undang No. 24 tahun 1992, Lembaran Negara 1992 No. 115, tentang Penataan Ruang.

Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 1953, Lembaran Negara 1953 No. 14, tentang Penguasaan Tanah Negara.

Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997, Lembaran Negara 1997 No. 59, tentang Pendaftaran Tanah.

Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun 1997, tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun 1999, tentang Pelimpahan Kewenangan Pemberian dan Pembatalan Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah Negara.

Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasinal No.9 tahun 1999, tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan.

Surat Menteri Pertanian dan Agraria, Sakra 9/2/4/ tanggal 4 Mei 1962, tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 51/Prp/1960.

Instruksi Presiden No.022 tahun 1964, tentang Penyelesaian Tanah Negara yang diduduki oleh Penduduk.

Surat Edaran Kepala BPN No. 410-1293, Perihal Penertiban Status Tanah Timbul dan Tanah Reklamasi.




DOI: http://dx.doi.org/10.30742/perspektif.v11i3.280

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Visit My Stats

Creative Commons License PERSPEKTIF is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     Secretariat:
     Faculty of Law, Wijaya Kusuma Surabaya University
     Dukuh Kupang XXV/54, Surabaya, 60225
     HP. 081938020282
     Email: perspektif_hukum@yahoo.com 

p-ISSN: 1410-3648

e-ISSN: 2406-7385