ANALISIS YURIDIS DAN EMPIRIS TERHADAP IMPLEMENTASI OTONOMI DAERAH DI INDONESIA

Zudan Arif Fakrulloh

Abstract


To implement the district autonomy is basically the same as to build the existence of democracy. Various factor and variables can be affected its success, especially whenever central and local government, each of which that should take every effort to reach the same perception and the same contain of district autonomy, added by goodwill of every government and bureaucrat for the sake of Indonesian people welfare and the wholeness of Republic of Indonesia.


Keywords


district autonomy; democarcy; government

Full Text:

PDF

References


_______, Masalah Penegakan Hukum, Sinar Baru, Bandung, tidak terbit.

Abdurrahman, Perkembangan Pemikiran Tentang Pembinaan Hukum Nasional, Akademika Presindo, Jakarta, 1989.

Adamson, Walter L., Hegemony and Revolution: A Study of Antonio Gramset Political and Culture Theory, Berkeley, University of California Press, 1980.

Alexis de Tocqueville, Democracy in America, ed. J.P. Mayer (Garden City, New York: Ancor Book, 1969).

Camille Barnett, Henry Minis dan Jerry Vansat, Democratic Decentralization, Working Paper, RTI dan USAID, 1997.

Fakrulloh, Zudan Arif dan Hadi Wuryan, Hukum Ekonomi, Buku Kesatu, Karya Adbitama, Surabaya, 1997.

Hatt, Moh., Menuju Negara Hukum, Yayasan Idayu, Jakarta, 1975.

Jawamaku, Anton, Cita-Cita Hukum dan Langkah Strategis Pembangunan Hukum, Analisis CSIS No. I Bulan Januari-Februari 1993.

Keban, Yeremias, Good Governan Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah di Indonesia, Bahan pada Diklat Public Manajemen Reforms Departemen Dalam Negeri, 2003.

Sutoro Eko, Badan Perwakilan Desa: Arena Baru Kekuasaan dan Demokrasi Desa, Makalah Dipresentasikan dalam Seminar Internasional Dinamika Politik Lokal: Politik Pemberdayaan, Kerjasama Yayasan Percik, Riau Mandiri, The Ford Foundation, Pekanbaru, 13-16 Agustus 2001.

Sutoro Eko, Otonomi Daerah Menumbuhkan Arogansi Desa, Kompas, 13 Februari 2002.

Sutoro Eko, Badan Perwakilan Daerah: Konfrontasi atau Kompromi, Kompas, 3 Agustus 2002.

Sutoro Eko, BPD Belum Tentu Mewakili Kepentingan Masyarakat Desa, Kompas, 19 Agustus 2002.

Sutoro Eko, Membuat Desentralisasi dan Demokrasi Lokal Bekerja, Makalah disampaikan pada International Conference on Indonesia: Democrarcy and Local Politics, Kerjasama Pusat Studi Sosial dan Asia Tenggara UGM, Skolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”, FISIP Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, 7-8 Januari 2003.

Rahardjo, Gotong-Royong Sebagai Modal Sosial: Sebuah Wawasan Sosiologis, JENDELA, Buletin STPMD APMD, No. 4 Tahun 2002.

Sutrisno, Lukman, Menuju Masyarakat Partisipatif, Kanisius, Yogyakarta, 1995.




DOI: http://dx.doi.org/10.30742/perspektif.v8i3.307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats

P-ISSN 1410-3648     E-ISSN 2406-7385

Perspektif by http://jurnal-perspektif.org/index.php/perspektif/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Sekretariat: PERSPEKTIF
Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Indonesia
Jl. Dukuh Kupang XXV No. 54 Surabaya 60225
Telp. 031- 5677577   HP. 08179392500
email: perspektif_hukum@yahoo.com