PERTANGGUNGJAWABAN TELLER BANK AKIBAT TERJADINYA KESALAHAN TERHADAP TRANSFER DANA NASABAH

Erna Widyawati, Ari Purwadi, Dwi Tatak Subagiyo

Abstract


Proses transfer dana dapat dilakukan secara tertulis salah satunya melalui teller bank. Teller bank harus bertanggung jawab atas kekeliruan dalam pelaksanaan transfer dana. Dalam hal terjadi keterlambatan atau kesalahan transfer dana yang menimbulkan kerugian pada Pengirim Asal atau Penerima, Penyelenggara dan/atau pihak lain yang mengendalikan sistem transfer dana dibebani kewajiban untuk membuktikan ada atau tidaknya keterlambatan atau kesalahan transfer dana tersebut dalam hal ini teller atau nasabah pengirim untuk membuktikan. Teller segera memperbaiki kekeliruan tersebut dengan melakukan pembatalan.Teller terlambat melakukan perbaikan atas kekeliruan wajib membayar jasa, bunga, atau kompensasi. Teller bank harus mampu menjadi seorang pekerja yang teliti dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan menerapkan prinsip kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan dalam proses input transaksi transfer dana nasabah

Fund transfer process can be done in writing one of them through teller bank. The Bank Teller shall be responsible for any errors in the execution of the transfer of funds. Fund transfers shall be made clear that in the event of any delay or miscalculation of funds causing losses on the Originator or Beneficiary, the Organizer and/or other party controlling the funds transfer system shall be obliged to prove whether or not The delay or miscalculation of the funds in this case the teller/customer of the sender to prove the point. Teller immediately fix the mistake by canceling. The late dealer makes a mistake over paying for services, interest, or compensation. Teller Bank must be able to be a careful worker in carrying out its duties and functions by applying prudential principles in order to avoid mistakes in the process of input transactions such as customer funds transfers.


Keywords


Pertanggungjawaban Teller; Proses Transfer; Transfer Dana; Teller Accountability; Transfer Process; Fund Transfer

Full Text:

PDF

References


Peraturan Perundang-undangan:

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/11/PBI/2006 Tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Government.

Peraturan Bank di Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009 Tanggal 1 Juli tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 Tentang Penerapan Manajemen Resiko.

Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/6/PBI/2008 tentang Sistem BI-RTGS.

Buku:

Fuady, Munir, (2001), Hukum Perbankan Modern, Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hermansyah, (2005), Hukum Perbankan Nasional di Indonesia, Bandung: Kencana.

Sembiring, Sentosa, (2012), Hukum Perbankan, Bandung: Mandar Maju.

Jurnal:

Anugrah, Dimas Agro Atmaja, “Pembuktian Dalam Electronic Funds Transfer”, Juklak RTGS, LLG, Proses Transaksi Dalam Perbankan”, Majalah Juklak RTGS/LLG 2011.

Retnowati, Endang, (2004), “Aspek Yuridis Simpanan dan Penitipan Pada Bank”, Perspektif, Vol. IX No. 4 Tahun 2004 Edisi Oktober, hlm. 308-318.

Soeji Prodjo, Bambang, “Permasalahan Hukum dalam Transfer Dana Elektronik”, Majalah Hukum Nasional, No. 2.

Internet:

http://www.Slideshare.net/admin11/teller bank tentang pengertian teller bank, diunduh tanggal 27 Mei 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Perspektif

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats

P-ISSN 1410-3648     E-ISSN 2406-7385

Perspektif by http://jurnal-perspektif.org/index.php/perspektif/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Sekretariat: PERSPEKTIF
Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Indonesia
Jl. Dukuh Kupang XXV No. 54 Surabaya 60225
Telp. 031- 5677577   HP. 08179392500
email: perspektif_hukum@yahoo.com